Posts

Kidung Asa: Aku Pink Hanya Telur Keong Mas.

Image
Ditulis oleh: Melky Pantur ***), Selasa (19/6/2018) [Tulisan berikut adalah gambaran rintihan hati dari satu telor keong mas yang tengah menempel di kayu tersebut sebagaimana tampak dalam gambar berikut] [Telur keong mas] Aku Pink Hanya Telur Keong Mas), Demikian jeritan hati satu butir telur dari keong mas tersebut merefleksikan ziarah hidupnya........silakan simak! Saat aku di kandungan ibuku, aku diselimuti cangkangnya yang berwarna emas. Ayahku tak perdulikan aku lagi kendati aku ada dalam pelukan mamaku. Ayah hanya bersahut pada ibuku: Aku mencintaimu lalu diasmarakannya tanpa tanggung jawab. Dasar ayah yang bandel. Yah, aku mendengar percakapan mereka dari dalam perut ibuku. ( Ia pun menjadi telur - dilahirkan ) Tibalah saatnya aku mengenal dunia, ayahku melepaskan aku. Ayah tak membuatkan aku sarang seperti burung apalagi ibuku yang tak berdaya. Ia hanya mengelus-elus perutnya bukan dengan tangannya tetapi insting di otak kepalanya mengharapkan...

Ende Data Nuca Lale.

Image
Ditulis oleh: Melky Pantur ***), Minggu, (17/6/2018). Penulis, maaf, tidak mengetahui nama dari keempat é nde-énde yang ada dalam gambar di atas. Arti . Ende dalam bahasa Manggarai artinya ibu ( mother - English), mom, mama. Ende itu pun sifatnya sangat umum sekali. Semua perempuan yang melahirkan putera dan puteri disebut ende . Sebutan Ende. Ada beberapa panggilan énde orang Nuca Lale (Manggarai), yakni: Ende dading (é nde dé ru - ibu kandung sendiri), énde tu'a ( ende tu'a bisa kakak dari ibu kandung, bisa juga mama/ibu dan ibu kandung seseorang), é nde koe (mama kecil bisa adik dari ibu kandung atau isteri kedua, ketiga dan seterusnya dari ayah kandung), énde data (seorang ibu yang merawat seseorang dari kecil yang nota bene dianggap sebagai ibu kandung), énde dé hae diding (ibunda dari keluarga), énde dé ase ka'e (ibu dari sanak saudara, keluarga lainnya). Filosofi. Ende sebagai penglahir, oleh orang Manggarai dijuluki s...

ASET dan Karikatur Seber Membangun Matim.

Image
Ditulis oleh: Melky Pantur***,  Sabtu (16/6/2018). ASET (Andreas Agas, SH., M.Hum dan Drs. Jaghur Stefanus), nomor urut 1 dalam kiatnya membangun Manggarai Timur di bawah visi: Sejahtera, Berdaya dan Berbudaya (Seber) dengan berprinsip Sante (santun teman).  Visi ASET dalam teks filosofi orang Manggarai mirip dengan identitas Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan JK, yaitu kerja. Seber dalam pengertian bahasa Manggarai artinya rajin, ulet, bekerja keras, berjuang tanpa pamrih mewujudkan pelbagai asa kehidupan sosial kemasyarakatan. Artinya, ketika mereka memimpin, mereka tidak akan  ngode holes mejeng hese  - malas-malasan, lagipula  seber  adalah perlawanan dari  ngonde holes, mejeng hese. Kemudian daripada itu, untuk memahami seber dalam teks orang Manggarai harus dilandasi oleh sante (santun teman) sebagai bentuk moralitas. Artinya, seber harus diimbangi dengan kesantunan dalam bertindak dan bertutur kata. Teks Manggarai melih...

Wae Lengga Juni Tahun 2018.

Image
Foto di Wae Lengga, Kamis (14/6/2018), Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seni Berpacu Kuda Menjadi Kiat ASET Bangun Pariwisata Matim

Image
Ditulis oleh: Melky Pantur***), Jumat (15/6/2018). [Bapak Andreas Agas tengah melakukan orasi politik]. Bapak Andreas Agas dan Jaghur Stefanus (ASET) nomor urut 1 memiliki segudang kiat untuk membangun seluruh potensi pariwisata di Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT. Salah satu kiat yang bakal segera diwujudnyatakan oleh paket nomor urut 1 tersebut adalah membangun kecakapan seni bermain kuda. Hal itu ditunjang oleh potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Manggarai Timur wilayah Kota Komba sebagai salah sarang kuda di wilayah Manggarai raya berupa padang savanah yang luas. Selain daerah yang memiliki banyak kuda, warga di sana juga sangat lihai dalam bermain pacuan kuda. Demikian dikatakan oleh Bapak Andreas Agas saat tengah kampanye di lapangan Wae Lengga, Kamis (14/6/2018). Bentuk perwujudan asa tersebut, ungkapnya, dengan akan dibuatnya lokasi pacuan kuda di wilayah Kota Komba. Dia pun berjanji akan membuat patung kuda. Maksudnya agar memiliki daya tarik wisata. ...

Berkuda, Merawat Seni Back to Nature.

Image
Ditulis oleh: Melky Pantur***), Jumat (15/6/2018). Kuda oleh orang zaman lampau kerap menggunakannya sebagai hewan dengan banyak keperluan, di antaranya: sebagai alat transportasi, untuk perang, pentas seni tari kuda, rie jarang atau joki jarang (lari kuda), membiayai belis, dan juga sebagai hewan kurban. Untuk mengendarai kuda membutuhkan keterampilan khusus dan hal itu harus dilatih sejak kecil.  Masa sekarang, memiliki kuda merupakan bagian dari bentuk penilaian image (gambaran) diri seseorang. Tak ubahnya, memiliki sebuah sepeda motor, kuda biasa dapat dibeli dengan harga 7-8 juta per ekornya yang masih muda. Bila cukup dewasa, bisa diperkirakan harganya belasan juta rupiah per ekornya. Bagi yang telah lazim, memelihara kuda itu gampang tetapi sebaliknya tidak.  Dengan berkembangnya teknologi, sarana jetpack bahkan sudah mulai dikembangkan. Cukup memikul ransel jetpack, orang dengan cepat melintasi satu lembah ke lembah yang lain. Akan tetapi, seninya p...